Iqmal_Creative
Iqmal_Creative
Iqmal_Creative

SK Akademik Dinilai Dadakan, Warek I : Kami Tidak Menyalahi Aturan

Kalender akademik semester genap
IAIN Madura, LPM Activita- Pasca dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Nomor B.2839/In.38/R/PP.00.9/12/2019 pada Rabu (04/12/19) kemarin, mahasiswa IAIN Madura menganggap kebijakan pimpinan terkesan mendadak. Pasalnya, SK yang berisi kalender akademik semester genap tersebut terdapat jadwal aktif kuliah yang lebih awal dari sebelumnya.

Hasib menuturkan, kebijakan ini merupakan kebijakan yang kurang tepat untuk dilaksanakan, sebab banyak dari kalangan mahasiswa memanfaatkan waktu liburan untuk mencari kerja. "Biasanya sebagian mahasiswa menjadikan liburan semester sebagai momentum mencari biaya tambahan uang UKT dan juga kebutuhan lainnya," tutur ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syari'ah (HES) tersebut. Jum'at (06/12/19).

Selaras dengan itu, Azmi ketua HMPS Hukum Keluarga Islam (HKI) mengungkapkan,  kebijakan terkait pemangkasan liburan untuk semester ini terkesan mendadak, karena sebelumnya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) melakukan Rapat Kerja Gabungan (Rakergab) menggunakan kalender lama. "Ini menjadi masalah bagi hasil Rakergab kemarin, bisa jadi Ormawa yang sudah mengambil kegiatan di bulan april, harus dipindah ke bulan sebelumnya dan memperebutkan tempat dengan Ormawa lain," ungkap Azmi, sapaan akrabnya.

Menanggapi hal tersebut, Nur Hasan selaku Wakil Rektor (Warek) I menuturkan, terkait pemangkasan liburan semester ganjil sebenarnya tidak ada, karena liburan semester ganjil lebih sedikit dari semester genap. "Sebenarnya tidak ada pemangkasan liburan. Hanya saja, masuk satu minggu lebih awal dari liburan semester ganjil tahun kemarin. Nanti semester genap liburnya pasti lebih lama," tuturnya.

Alasan pemajuan masa aktif perkuliahan juga dikaitkan pada program akademik lainnya, seperti praktikum dan banyak agenda-agenda lainnya.

"Kami juga memikirkan program akademik lainnya. Seperti KPM yang awalnya dilaksanakan di bulan agustus, bisa di mulai bulan juni atau juli. Agar mereka yang yang berposisi sebagai Presma, Dema dan kepengurusan lainnya yang sedang KPM  tidak kepikiran untuk mengurus acara-acara yang dilaksanakan di bulan Agustus," jelas Warek yang mengurus bagian akademik ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, penataan ulang kalender akademik dilakukan karena Ujian Akhir Semester (UAS) tahun kemarin dilaksanakan setelah hari raya dirasa kurang maksimal. "Kami mengusahakan UAS sudah selesai sebelum hari raya, supaya sama-sama enak. Tentunya, liburan semester genap lebih lama dan kami tidak menyalahi aturan perihal kebijakan ini," pungkas Nor Hasan di akhir wawancaranya. (Pena Semesta)

0 Response to "SK Akademik Dinilai Dadakan, Warek I : Kami Tidak Menyalahi Aturan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel