UKT Naik lagi, Mahasiswa Minta Pimpinan Segera imbangi Sarana Prasarana Kampus

Drastis : Nominal UKT untuk Mahasiswa Baru
IAIN Madura, Activita - Memasuki tahun akademik 2019/2020, Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura mengalami perubahan dari sebelumnya. Jika sebelumnya hanya sampai UKT 3, maka untuk tahun ini sampai UKT 4 dengan nominal yang tentunya lebih tinggi.

Sebelumnya, UKT untuk Mahasiswa angkatan 2018 UKT 1 400.000, UKT ll 1.200.000, UKT lll 1400.000. dan kini, UKT 1 400.000 UKT ll 1.300.000  UKT III 1.400.000-1.700.000, UKT IV 1.700.000 - 1.900.000.

Kenaikan drastis ini mendapat keluhan langsung dari dari Mahasiswa.

Aminatus Zahroh (TIPS/5) selaku mahasiswa lama membeberkan, tentu merasa kasihan kepada mahasiswa baru tahun ini, karena UKT yang semakin melonjak tentu menambah beban keluarganya. "Saya persemester 1 juta saja sudah mengeluh, apalagi mereka. Kasihan," responnya ketika diwawancara reporter LPM Activita. Rabu (03/07/19).

Lebih lanjut ia memaparkan, sampai tahun kemarin penentuan UKT untuk mahasiswa baru masih kurang tepat sasaran, karena ada yang dari keluarga kurang mampu mendapat UKT tertinggi begitupun sebaliknya. "Saya harap tahun ini pimpinan dapat meminimalisir kejadian tersebut, apalagi sekarang UKT semakin tinggi," harap matus, mahasiswi semester 5 tersebut.



Selaras dengan itu, Moh. Ali Soffan (TIPS/3) memaparkan, sebenarnya tidak ada masalah dengan kenaikan UKT di IAIN Madura, karena kebutuhan sekelas IAIN tentu tidak sama dengan sekelas STAIN. "Yang menjadi masalah adalah penentuan UKT pada mahasiswa baru yang kurang tepat sasaran dan saya harap hal tersebut bisa diatasi," tegas Soffan, sapaan akrabnya.

Soffan juga menuturkan, dengan UKT yang sedemikian rupa, pimpinan diharapkan bisa memperbaiki sarana dan prasarana yang kurang berfungsi seperti AC dan proyektor yang mati di beberapa ruangan. "Sehingga nanti ketika mahasiswa baru masuk tidak kecewa dengan fasilitas di IAIN Madura," ungkap mahasiswa semester 3 tersebut.

Misbahul Munir (AS/4) juga angkat bicara. Pasalnya, menurut ia tiap tahun kampus melakukan kenaikan UKT. Tapi sarana tetap tidak ada perkembangan. "Seperti halnya Di kantor Ormawa dulu itu ada Wifi, di gedung-gedung Wifi dulu lancar, tapi akhir-akhir ini sangat minim. Masak sekelas IAIN tetap serasa STAIN," ungkapnya.

Keluhan ini mendapat tanggapan langsung dari Wakil Rektor (Warek) 2 IAIN Madura, Mohammad Zahid. Ia menjelaskan, dengan ketersediaan anggaran yang semakin baik akan dapat mewujudkan peningkatan layanan dan sarana prasarana di IAIN Madura. "Pengembangan kualitas output akan semakin baik pula," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, banyaknya sarana prasarana yang kurang berfungsi juga disebabkan oleh anggaran perbaikan tidak cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Sementara beban lain semakin bertambah. "Masih ada yang lebih diprioritaskan, seperti perluasan lahan, penambahan ruang kuliah, dan lain-lain. Mudah-mudahan masih bisa teratasi dengan baik," harap Warek 2 IAIN Madura.

Mengenai penentuan UKT yang masih kurang tepat sasaran, Warek 2 juga memaparkan, hal itu sudah berusaha diatasi dengan baik sesuai dengan data yang disetor via online. "Kami sudah berusaha, semua tergantung data input dari calon mahasiswa baru," pungkasnya. (TRI)

5 Responses to "UKT Naik lagi, Mahasiswa Minta Pimpinan Segera imbangi Sarana Prasarana Kampus"

  1. Payah payah.. Bagai mana nanti klo jadi uin

    ReplyDelete
  2. Semoga kampus IAIN Madura kedepannya lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan tentunya sarana dan prasarana harus memadai sesuai keluhan yg menjadi kebutuhan mahasiswa,

    #tetap kawal kedepannya

    ReplyDelete
  3. May hope IAIN MADURA be better than before.

    ReplyDelete
  4. Bukannya untuk perluasan lahan dan penambahan ruang itu ada dana tersendiri? (Maksudnya bukan mengambil dari UKT)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel