Gagal Lihat Bulan, Ketua Falakiyah IAIN Madura: Mendung Adalah Musuh Bebuyutan Kita

Mendung : Anggota Kompas saat Meneropong Hilal

Activita
- Kegiatan rukyatul hilal yang dilakukan Komunitas Pelajar Astronomi (Kompas) IAIN Madura tampak tidak berhasil, pasalnya posisi hilal (bulan) pada saat itu sedang tertutup awan. Senin, (03/06/19).

Ketua Falakiyah IAIN Madura Muhammad Hosen membeberkan, mendung merupakan musuh bebuyutan para perukyah. "Rukayatul hilal sore ini di IAIN Madura kita nyatakan tidak bisa dilihat karena memang secara hisab baik epimeris atau neutika posisi hilal berada dibawah ufuk atau terbenamnya hilal mendahului terbenamnya matahari. Terus yang kedua karena mendung sebab mendung memang musuh kita," Jelas Hosen.

Lebih lanjut, Hosen juga mengungkapkan, diperkirakan hari raya Idul Fitri akan jatuh pada hari Rabu, atau bisa dibilang puasa Ramadhan kali ini menjadi genap 30 hari.
"Secara hisab dapat dipastikan hari raya hari Rabu, karena posisi hilal rata-rata di seluruh Indonesia masih banyak dibawah ufuk atau secara tinggi hakiki (posisi hilal dilihat dari pusat bumi) hanya 0.5 derajat," Papar pria yang juga menjabat sebagai ketua Lembaga Falakiyah NU Pamekasan itu.

"Sehingga untuk pemerintah dan juga NU, termasuk surat edaran Muahammadiyah yang dikeluarkan pada minggu yang lalu itu menyatakan bahwa hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 05 Juni 2019." Imbuhnya.

Untuk diketahui, tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ummi Supriatiningsih (Wakil Dekan Fakultas Syariah), Abdul Jalil (Kaprodi HKI) dan diikuti perwakilan dari Lembaga Falakiyah NU Pamekasan serta Badan Hisab Rukyah (BHR) Pamekasan. (Kholisin)

2 Responses to "Gagal Lihat Bulan, Ketua Falakiyah IAIN Madura: Mendung Adalah Musuh Bebuyutan Kita"

  1. Mendung merupakan sebuah gerakan awan lalu menumpuk, yang mana awan merupakan ciptaan Allah dan digerakkan oleh-Nya. Jadi sebaiknya diremake kata musuh bebuyutan karena semua kehendak Allah SWT.
    Wallahua'alam

    NB: Bukan maksud menggurui hanya mengingatkan!

    ReplyDelete
  2. Top... Tapi kritikan semacam itu tidak beradab

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel