Kisah Sebatang Pohon

Kali ini aku tersenyum sendiri
Memandangi bintang yang terpajang di dinding langit
Melirik ke sisi bulan yang terbungkus awan samar 
Dan wajahmu tiba-tiba melintas dalam angan

Barangkali aku merindukanmu sayang
Sehingga dedaun melambai di ujung ranting 
Pada batang tubuhku yang terpeluk hening
Mekarlah pelupuk kembang hatiku saat kau datang
Memandang, memancarkan cahaya terang

Desir angin suaramu membelai pada setiap helai
Hingga lahir siul menyenandungkan gamelan
Melembutkan harapan kembang menjadi buah
Sebagai sesembahan di hari tua

Itulah aku pohon yang terpikat senyummu
Setiap saat melihat langit berbintang dan berbulan
Yang sesekali kau datang serupa awan

Walau pada tanggal tua kau menghilang bersama pancar
Aku tetap berdiri memandangi luka 
Menanti tanggal bayi kembali
Meski tak pasti kau mendatangiku lagi sebagai bayang
Atau dengan jasad membawa segenap sayang

Norsalam,Pamekasan, 2018

0 Response to "Kisah Sebatang Pohon"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel