Iqmal_Design
Iqmal_Design
Iqmal_Design

Surat Terbuka Untuk Mahasiswa Baru IAIN MADURA

Sumebr foto: Google.com



Gafur Abdullah*

Salam Mahasiswa!
Lewat Tulisan ini, saya mengucapkan selamat kepada kamu, MABA IAIN Madura! Kepada siapaun yang membaca ini, mohon berikan masukan bila ditemukan kesalahan.

Selamat datang di kampus Islam negeri kebanggaan masyarakat Madura. Berbanggalah dan bersyukurlah kamu. Perjuangan kamu menuju kampus ini sungguh luar biasa. Mulai dari  melalui jalur jalan terjal SPANPTKIN, tanjakan UMPTKIN, dan belokan UJIAN MANDIRI  hingga kamu sah menyandang status MAHASISWA. Saya tahu betul bagaimana lelah, ruwet, banyaknya pengorbanan yang sudah kamu lakukan untuk menuju gerbong kebebasan intelektual ini. Maka dari itu, saya ucapkan selamat datang di dunia baru ini. Dunia yang penuh tantangan berpikir ini.

Adik-adik MABA,
Ada beberapa hal yang harus kamu tahu tentang dunia kampus. Lebih-lebih di kampus yang usia  status Ke-Institut-anya baru seumur jagung ini. Tapi kamu perlu tahu, untuk mengubah status dari STAIN menjadi IAIN, tidaklah mudah seperti menulis surat ini, dik. Kalau boleh nyastra dikit, beribu pasang kaki dilangkahkan, beribu liter  keringat  bercucuran, beribu otak diperas untuk mengasilakan santan ide-ide cemerlang, beribu duri hambatan ditebas, ribuan kilometer ditempuh, ribuan kertas admistrasi disusun untuk mencapai puncak kualitas kelembagaan oleh civitas akademika di kampus ini.  Hasil ini bukanlah hal kecil, apalagi diremehkan. Maka, sudilah kamu memberikan penghagaan kepada mereka. Siapa mereka? Rektor dan wakil-wakilnya, kajur, kaprodi baik yang hari ini maupun sebelumnya,  Dosen, Mahasiswa, karyawan bahkan Satpam di kampus ini. Tapi yang paling utama adalah mengucapkan Alhamdulillah. Karena berkat perjuangan mereka dan izin Allah, kampus yang terletak di Jln Panglegur KM 4 Pamekasan ini bisa menjadi IAIN.

Rasa syukur itu penting. Tapi dik, ada hal penting lainnya yang harus kamu tahu.

Pertama:  Tugasmu Sebagai Mahasiswa.

Apa saja tugas kamu? Mungkin, waktu PBAK kemarin, kamu ditanya oleh kakak panitia. “SIAPA KALIAN? APA TUGAS KALIAN?”  kamu pasti diinstruksikan menjawab “ MAHASISWA!” MELAWAN” Berapa kali pertanyaan itu  kamu dengar? Berapa kali kamu menjawab? Masih Ingat? Atau sudah Lupa? Cukup saja kamu ingat wajah tampan caktiknya kakak panitia. Kalau ada, nomornya WA-nya saja disimpan baik-baik. Siapa tahu nanti jodoh. Hehe. Ah, 5, 10 atau ratusan kali itu tidak penting. Yang terpenting adalah esensi dari kalimat tanya dan jawaban itu.

Kamu harus tahu, pertanyaan itu bukan hanya jargon atau yel-yel sapaan teriakan saja. Tafsir dari pertanyaan itu pada hakikatnya  memberikan stimulus akan kesiapan kamu menjadi orang terdidik yang harus cerdas membaca, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. Sehingga, kamu mengerti akan tugasmu sebagai agen perubahan. Baik masalah di dalam kampus maupun luar kampus. Kok harus jawab LAWAN  kak? Ya. Memang itu jawaban seharusnya.

Kata LAWAN adalah jawaban yang memiliki tafsiran bahwa, kamu harus melawan kebodohan dalam diri kamu, ketidakadilan, ketimpangan sosial, tidak tepatnya kebijakan dan pelanggaran yang menabrak tembok  agama, hukum dan perikemanusiaan. (Ini penafsiran pribadi saya) selebihnya, tanyakan kepada panitia atau pendamping kelompok kamu. Kali aja dia tahu.  Apakah sesimpel itu tugas mahasiswa kak? No. Teruslah baca surat ini sampai selesai.

Baiklah, saya akan memberikan beberapa catatan mengenai tugas kamu sebagai mahasiswa.
1.   # Memegang teguh dan mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi ( Pendidikan, Penelitan dan Pengabdian). 
          Jangan berpikir, Tri Dharma Perguruan Tinggi ini hanya wajib dilakukan oleh kampus. Jangan. Di sini, kamu memiliki peran penting dalam mewujudkannya. Oleh karena itu, kamu harus mengerti akan prinsip ini. Tiga poin ini sangat luas jika saya tuliskan semuanya di sini. Saya berikan gambaran sedikit tentang tiga poin diatas saja.   

          # Pendidikan.
         Kamu sebagai mahasiswa tentu harus sadar bahwa kamu adalah kaum terdidik. Secara tidak langsung, kamu harus berbeda dengan orang yang tidak terdidik. Hal itu bisa kamu impelemtasikan dengan cara berpikir dan bertindak. Itu sederhananya. Namun secara akademik, kamu dituntut untuk belajar teori sehingga tahu banyak hal. Dik, di kampus bukan lagi saatnya beradu gaya rambut, pakaian, bersolek, ketampanan, kecantikan, motor dan harus  bagus. Bukan. Kalau kamu masih berpikir ke arah itu, berarti kamu penganut aliran HEDONISME. Sudah tahu apa itu istilah Hedonisme? Cari tahu sana. Biar belajar membaca. Hehe. Lha, jadi mahasiswa memang harus banyak baca. Nah, membaca adalah salah satu hal urgen dalam pendidikan. Jadi, Hedonisme itu kamu buang  jauh-jauh.
            Dalam kontesk ini, kamu memiliki tanngung jawab untuk melakukan give and take yang memiliki makna mengambil (belajar) illmu lalu mentransfer (memberikan) ilmu tersebut kepada masyarakat. Hal itu bisa kamu klakukan saat semasih menjalani studi maupun setelahnya. 

# Penelitian
Dalam kurun waktu yang cukup lama, 4 tahun normalnya. Kamu harus bisa meneliti serta mengembangkannya. Baik dalam kampus atau luar kampus. Bagaimana caranya? Insyallah semester 5 akan diajarkan bagaimana cara meneliti yang baik dan akurat. Tunggu saja. Kalau kamu kebelet belajar penelitian, coba saja baca buku diperpustakaan. Saya rekomendasi karya Lexy  J Moleong dan Suharsimi Arikunto. Sesekali, cobalah ke perpustakaan.  

# Pengabdian
Dik, mengabdi dalam konteks ini tidak hanya sesempit KULIAH PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (KPM) pada peralihan  semester 6  ke semester 7 itu. Lho, bukannya itu juga pengabdian? Ya, KPM memang pengabdian. Tapi dik, pengabdian yang dimaksud dalam ini luas. Tidak hanya berhenti dan sebatas KPM saja.  Bahkan, selepas kamu sarjana kelak, kamu harus mengabdi.
Mengabdi yang dimaksud adalah kamu harus memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai wujud dari dukungan terhadap isi undang-undang “mencerdaskan kehidupan bangsa” lewat potensi yang kamu miliki dan mampu kamu lakukan.

Kedua: Akademisi vs aktivis  atau akademisi plus aktivis?

Bagi MABA yang cerdas, niat dan motivasi kuliahnya tinggi, saya yakin, akan bertanya. “APAKAH SAYA KULIAH SAJA, ATAU KULIAH SAMBIL IKUT ORGANISASI?” kalau kamu muncul pernyataan seperti itu, maka saya sarankan istikharah. Tapi, bukan hanya dengan sholat lalu cukup. Tidak.  Shalat istikharah paling utama, setelah itu kamu kamu cari insprirasi diluar. Cobalah kamu minta pendapat kakak tingkat kamu. Jangan hanya tanya, tapi juga lihat dan perhatikan. Bandingkan antara yang hanya kuliah saja dan kuliah nyambi ikut organisasi. Setelah itu kalain putuskan sendiri, mau kuliah saja tanpa organisasi atau kuliah nyambi berorganisasi. Sebelum putuskan, ada baiknya pahami dan jangan bosan baca terus tulisan ini.

Di dalam kampus, kamu akan dipertemukan dengan tipe banyak orang. Lebih kena lagi, banyak tipe mahasiswa. Diantara mereka, ada yang hanya kuliah pulang, kuliah perpus, kuliah organisasi, kuliah nongkrong, kuliah tarvelling, kuliah pacaran dan banyak lainnya. Tapi menurut Dr. Mohammad Thoha, semua mahasiswa di kampus ini disebut aktivis. Lha, memangnya ikut organisasi semuanya? Tidak demikian pemahamannya. Baiklah, saya coba jelaskan sedikit tentang semua mahasiswa yang disebut aktivis.

1.      Aktivis Helm.

Arti dari aktivis ini adalah status yang disandangkan kepada mereka yang selepas dari kelas langsung mengambil helm lalu pulang. Mahasiswa yang ada pada poros ini biasanya tidak aktif dalam diskusi di kelas. Tugas makalah biasanya numpang nama bermodal pulus untuk print out saja. Tidak lancar public speaking (bicara didepan banyak orang). Ironisnya, diskusi yang sedang asyik nan penuh dialektika tidak disukainya. Kalau dihadapkan dengan situasi seperti itu, biasanya menampakkan rupa gelisah kebelet keluar dari kelas.

2.      Aktivis organisasi

Aktivis ini disandangkan kepada mereka yang selepas dari kelas melanjutkan ke rapat atau kegiatan organisasi yang digelutinya. Untuk mahasiswa yang satu ini, memiliki kelebihan public speaking yang lumayan bahkan luar biasa. Ia berani berpendapat bermodal percaya diri. Mampu berdialaektika saat diskusi. Kalau boleh dikata, ia mampu mengusai forum. Lagi, banyak diatara aktivis ini vokal  nan luas wawasan.

3.      Aktivis perpus

Nah, ini adalah status yang disandangkan kepada mereka yang selepas dari kelas langsung menuju perpustakaan untuk membaca buku. Tipe mahasiswa ini bisa juga disebut kutu buku. Kekayaan teori adalah salah satu kelebihannya. Tapi mahasiswa yang kutu buku ini bisa memiliki dua kemungkinan saat diskusi. Pertama, mampu dan berani mengutarakan pendapatnya saat diskusi. Kedua, tidak mampu mengutarakan pendapatnya tapi ketika ujian ia mampu mengurai dalam bentuk tulisan atau jawabanya di kertas.

4.      Aktivis kantin

Status yang ini nih, disandangkan kepada mereka yang selepas dari kelas langsung OTW kantin untuk nongkrong. Ngopi, ngobrol, ngerumpi berjam-jam adalah kegiatan yang tak lepas dari aktivis satu ini. Tapi ada sebagian yang juga memilih kantin sebagai tempat diskusinya. Namun jarang ditemukan.

5.      Aktivis Travelling

Sedang untuk aktivis trevelling ini disandankan kepada mahasiswa yang sukanya jalan-jalan selepas dari kelas. Menjelejahi tempat-tempat wisata atau sekadar jalan-jalan dari tempat satu ke tempat lainnya menjadi kebiasaan aktivis ini. bisa saja bersama gebetan, teman kelas, atau teman kos.

6.      Aktivis cinta

Yang tertakhir ini, status yang disadangkan untuk mahasisiwa yang selepas kuliah janjian untuk paca-ran. Mahasiswa poros ini memenuhi pikirannya hanya dengan cinta yang dimaknai hanya dengan pacaran. Coba kamu perhatikan ya. Biasanya, mahasiswa tipe ini cenderung berlebihan bersolek (bagi cewek), pakaian dan rambut mengkilap karena minyak rambut yang tebal dengan potongan rambut yang beragam. Mahasiswa tipe ini tidak aktif di kelas. Maaf, saya sebut melempem.
  
Kamu tinggal pilih, mau aktivis yang mana? Dari tipe aktivis diatas, saya sarankan untuk memadukan antara tipe 2 dan 3 saja. Jadilah akademisi dan juga aktivis sekaligus. Karena dua hal itu sangat penting untuk saat ini dan masa yang akan datang. Simpelnya, kjadilah mahasiswa yang gila baca, haus pengetahuan, haus pengalaman. Tiga hal itu bisa kamu dapatkan jika kamu memadukan akademik dan organisasi.

Kok banyak sekali isi suratnya kak? Ya, saya memang sengaja tuliskan ini semua untuk sekadar berbagi untuk kamu. Oh iya, dik. Prihal organisasi di kampus. Sejatinya, organisasi adalah bonus yang disediakan kampus untuk kamu. Maksudnya bagaimana kak? Begini. Kamu bayar UKT besarannya sama kan (sesuai prodi masing-masing)?. Kamu mendapat fasilitas ini dan itu. Salah satunya adalah organisasi. Nah, atas dasar itulah saya katakan bahwa, organisasi adalah bonus. Masih belum mengerti?
Ok, baca baik-baik ya. Tidak semua mahasiswa ikut bahkan anti organisasi dengan alasan masing-masing. Ada sebagian mahasiswa yang ikut bahkan totalitas terhadap organisasinya. Bagi yang ikut, akan mengasah potensi sesuai tujuan atau visi organisasi masing-masing. Musik, seni, cinta alam, menulis, dakwah, bisnis, pramuka dan lain sebagainya. Sudah paham kan, dik? Kalau belum, nanti bisa berbicang dengan saya di lain waktu.

Di kampus kita, IAIN Madura, ada banyak organisasi yang bisa kamu ikuti. Akan saya coba beri gambaran sedikit saja.

UKK LPM ACTIVITA : Kamu akan diajarkan untuk menjadi penulis dan jurnalis.
UKK PRAMUKA : kamu akan diajarkan bagaimana menjadi negarwan yang patriot
UKK KOPMA  Al-FATAH: kamu akan diajarkan bagaimana berbisnis
UKM TEATER FATARIA: kamu akan diajarkan mencintai seni dan tetater
UKM MUSIK  WHIRAMA MAHECWARA: kamu akan daiajarkan bagaimana bermusik dengan baik
UKM MASTAPALA : kamu akan diajarakan mencintai alam dan merawatnya
UKM IQDA : kamu akan diajarkan menjadi dai dan qori’ qori’ah
UKM PI dan RISET : kamu akan diajarkan berdialektika dan riset
RESIMEN MAHASISWA: kamu akan diajarkan bagaiman menegakkan disiplin dan pengamanan
UKM Olahgraga : kamu akan diajarkan menajdi atlet yang baik

Lagi-lagi, tentukan pilihanmu. Dengan ikut organisasi, secara otomatis, kamu kuliah sambil mengasah potensi. Kata anak pendidikan, kuliah mengasah hide skill. Ikut organisasi mengasah soft skill. Paham dengan istilah itu? Kalau belum, silakan cari dan baca di perpustakaan. Atau tanya HABIBI EL-KAFI semester 7, mahasiswa MPI, Insyallah dia tahu. Silakan daftar dan ikuti aturan mainnya ketika dibuka  PENERIAMAAN ANGGOTA BARU (PAB). Untuk DEMA, SEMA, HMJ dan HIMA adalah organisasi rekrutan tanpa membuka pendaftaran. Untuk yang ini, kamu akan paham pada waktunya kelak. 

Dik, ikut organisasi akan mendapat banyak manfaat. Antara lain, potensi terasah, relasi bertambah, belajar administrasi, belajar public speaking dan tahu manajemen. Biar tidak penasaran masuklah organisasi.

Kak, bagaimana dengan ikut organisasi PMII, HMI, GMNI atau lainnya? Hehe. Untuk yang ini, silakan kamu cari tahu ideologi, sejarah, peranan dan tokoh-tokoh atau alumninya serta kakak tingkatmu yang aktif di salah satu dari tiga organisasi itu. Setelah mantap dan mengetahui serta paham semua itu, silakan tentukan pilihanmu. Masuk di PMII, HMI ATAU GMNI atau lainnya jika ada terserah kamu. Negeri ini adalah negeri  demokrasi, dik. Kamu bebas pilih yang mana.

Jangan bosan baca surat ini ya. Sabar dulu, semoga selepas baca ini kamu dapat bayak inspirasi. Sedikit lagi kok.


Ketiga : Indek Predikat Kumulatif  (IPK)  
           
            Menjadi mahasiswa akan dikenalkan dengan IPK. Jika mahasiswa mendapat IPK paling tinggi yakni  4.00 sampai lulus, besar kemungkinan akan menjadi wiusudawan terbaik atau cumlaode. Tapi kamu jangan keburu memahami IPK ini. Apalagi kamu rela melakukan berbagai cara untuk mendapat nilai tinggi demi mengejar lulusan dengan predikat cumlaude ketika lulus. Jangan dulu. Karena IPK tinggi tidak menjamin kamu sukses. Lalu, apa yang bisa menjamin sukses?  Yang menjamin kamu sukses adalah kesalehan Spiritual, intelektual dan sosial.  

Dik, saya pesankan kepada kamu. Janganlah sampai nyontek saat ujian hanya untuk mendapat nilai tinggi. Karena kejujuran lebih penting dari angka 4. Dik, jangan sampai buat makalah hanya bermodal uang untuk ngeprint atau sewa orang lain. Lebih-lebih, jangan sampai makalahmu copas atau plagiat. Karena perbuatan itu sangat merugikan kamu sendiri.
Jika memang kamu ingin IPK tinggi, raihlah dengan cara terpuji. Karena dalam dirimu ada fitrah manusiawi yang mengarah pada kesucian hakiki. Tapi dik, IPK sebanarnya tidak begitu penting. Karena yang terpenting adalah bagaimana kamu melakukan cara-cara / proses meraihnya.

Keempat: Ilmu, Dosen, Etika dan Nalar Kritis
           
            Sudah menjadi kewajiban kamu sebagai mahasiswa untuk haus akan ilmu. Hal itu bisa kamu dapatkan dengan membaca dan diskusi. Tanpa banyak membaca, nihil nan riskan kamu akan kaya wawasan. Bahkan, Gus Dur saja gila baca. Ya, kalau ingin ikut jejak beliau, maka membacalah sebanyak-banyaknya. Tapi jangan sampai lupa, kamu perlu semacam tutor, pembimbing dan pengarah. Ya, kalau di kampus disebut Dosen.
            Bicara dosen, maka tak ubahnya bicara guru.bicara guru tak ubahnya bicara orangtua.  Kalau boleh dikata, DOSENMU juga ORANGTUAMU. Seringkali saya dengar waktu semasih seperti kalian “ DOSEN HANYA PATNER. MEREKA DIBAYAR, JADI KALIAN BERHAK MELAWAN”. Bagi saya, itu kurang tepat.  Karena dosen adalah guru bahkan orang tua. Oleh karena itu, hati-hatilah dalam mencari ilmu. Sekalipun kamu saat ini bebas mengutarakan nalar kritis, janga  sampai membuang atau melupakan nilai ektika yang kata anak pesantren disebut AKHLAK. Sekritis apapun kamu, sesalah apapun dosenmu, tetaplah menjadi mahasiswa penuh intelek etis. Percayalah, mencari ilmu bukan soal memperkaya wawasan belaka tapi juga ngamri barokah dari ilmu dan guru atau dosen kita.


Kelima: Diskusi, Nongkrong dan Shalat
           
“Sengak, jhek sampe kaloppae bhajenga”.

Kalau kamu mahasiswa tulen Madura, tentu tidaklah asing dengan pesan ini. Bagi kamu yang tidak paham bahasa Madura, arti pesan itu adalah awas, jangan sampai lupa shalat. Ya, pesan itu sudah biasa dipesankan kepada seorang anak yang pergi merantau ke daerah orang lain salah satunya kepada mahasiswa oleh orang tuanya.

Ada apa gerangan dibalik pesan itu? Dik, kamu bersyukur masih dingatkan demikian oleh orang tua atau sanak famili kamu sebelum berangkat ke kampus ini. Karena secara tidak langsung, kamu diminta, diwanti-wanti dan disarankan agar tidak lupa kepada Allah sang pecipta. Saya yakin, kamu bergama Islam. Yakin. Karena kampus ini kampus Islam dan hanya menerima mahasiswa Islam. Seasyik apapun diskusi, setegang apapun rapat, seruwet apapun tugas, seberat apapun beban kuliahmu karena tugas, JANGAN SAMPAI LUPA SHALAT. Percayalah, kewajiban kepada Allah lebih wajib dibandingkan kewajiban kuliah.

Sementara sampai disini dulu ya, dik. Nantikan surat-surat selanjutnya. Semoga surat ini menjadi sambutan hangat dari sayA. Alhamdulillah, akhirnya kamu sempat membaca surat ini sampai tuntas. Harapan saya, tulisan ini memberikan manfaat. Selebihnya, wallahu’alam
Kalau ingin tahu saya, cobalah mampir ke akun FB: Gafur Abdullah. Salam silaturrahmi.
Pamekasan, 21 Agustus 2018

*Petani kata  
             






0 Response to "Surat Terbuka Untuk Mahasiswa Baru IAIN MADURA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

 photo https://1.bp.blogspot.com/-ODdkKsb4Elw/XbZ_DAkBSgI/AAAAAAAAFMQ/rbYq6H9jL4UVH1j6Q65PpS-bFlm2X7spwCLcBGAsYHQ/s1600/DJTD.jpg

Iklan Tengah Artikel 2

 photo https://1.bp.blogspot.com/-oIFtxJ3n9fY/XcziHRYCVCI/AAAAAAAAFTc/K7c6AeumVGEJgJe3xNJSYDNu_5IbaxqRACLcBGAsYHQ/s1600/20191114_121035.jpg

Iklan Bawah Artikel