Iqmal_Design
Iqmal_Design
Iqmal_Design

Demo Kembali Ramaikan Kampus


pembakaran ban pertama

STAIN Pamekasan, pada senin (12/12/2011) kembali diguncang dengan adanya demonstrasi mahasiswa. Aksi ini dimulai dari pintu gerbang kampus yang kemudian terus berjalan menuju depan kantor Pusat dan berakhir di depan kantor Akademik.

Para demonstran yang terdiri dari mahasiswa berbagai angkatan, meneriakkan tuntutan-tuntutannya. Beradasarkan pengamatan reporter Vita Pos, para demonstran menyamapaikan aspirasinya di depan kantor Akademik, dengan menggunakan Sound System sebagai pengeras suaranya, mereka juga membakar enam ban sebagai ungkapan kekecawaan terhadap sistem yang berlaku di Akademik. Supanji, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi meminta ketua Akademik dan seluruh karyawan untuk menemui para demonstran, namun ketua akademik dan karyawan tak kunjung menemui para demonstran. Terpakasa Panji menghitung sampai 10 untuk mendesak ketua akademik dan seluruh karyawan keluar, dan desakan yang dilakuakan Korlap dan para demonstran tidak dihiraukan oleh pihak akademik, terpaksa kantor akademik diterobos secara paksa oleh demonstran. Sehingga pihak akademik harus turun dan berpanas-panasan dengan demonstran, walaupun masih ada sebagian pihak akademik yang masih enggan turun.

demonstrans saat berada di depan akademik



Berdasarkan lembar tuntutan yang diedarkan oleh para demonstran di kalangan mahasiswa, ada tiga tuntutan yang diajukan terhadap pihak STAIN; pertama terkait Jadwal Ulangan Akhir Semester (UAS). Pada jadwal akademik tertera 03 Januari 2012 tapi dimajukan tanggal 26 Desember 2011, kedua Sistem konversi kurikulum yang dianggap banyak merugikan mahasiswa. ketiga Realisasi akademik online pada tahun 2011 sesuai dengan janji Pembantu Ketua (PK) I pada aksi demonstran tahun 2010 lalu.


pihak akademik tidak dapat menahan amarah
Hasil pengamatan Vita Pos, para demonstran kemudian ditemui oleh Pembantu Ketua II dan III, Namun yang diharapkan demonstran adalah pihak akademik, sehingga PK III yang berniat menanggapi tidak diberi kesempatan untuk berbicara, dan baru ketika PK III mengancam untuk pulang dia diberi kesempatan untuk menanggapi.

Hasil dialog antara PK II, PK III, serta kepala sub bagian (Kasubag) akademik dengan demonstran diantaranya: mengenai tuntutan yang pertama PK II menanggapi,  “Sayogyanya kalender akademik yang dibuat pada Juni 2011 disesuai dengan tahun anggaran, dan kebijakan memajukan UAS hanya mengurangi satu kali tatap muka, dan jadwal kuliah tetap pada batas minimal 12x pertemuan dan hal ini tidak merugikan mahasiswa”. Namun para demonstran tidak terima dengan jawaban PK II tersebut. Terbukti dengan apa yang disampaikan Abd. Wakid, salahseorang orator yang kami temui seusai aksi, kesalahan dari pihak STAIN dalam penentuan jadwal yang kemudian tidak sesuai dengan tahun anggaran tidak seharusnya ditanggung oleh pihak mahasiswa. Mengenai tuntutan yang kedua dan ketiga, PK III menanggapi, konversi kurikulum baru seharusnya tidak merugikan mahasiswa dan mengenai pelayanan akademik online, yang berhak menanggapi ialah PK I. Kemudian,  Abd Razak selaku Kasubbag Akademik langsung menindaklanjuti salah seorang mahasiswa yang bermasalah dengan sistem konversi kurikulum tersebut.


PK III saat berdialog dengan demonstran

Dari hasil dialog tersebut, demonstran tetap berkomitmen agar UAS tetap ligelar pada 03 Januari 2012 dengan mengacu pada kalender akademik. Menyikapi hal tersebut, PK II menanggapi ulang jika mahasiswa tetap berkomitmen UAS 03 Januari maka mahasiswa diharuskan membayar administrasi UAS, karena anggaran dari pemerintah turun berdasarkan tahun anggaran. Mengenai tuntutan mahasiswa yang belum terjawab, PK III mengharap ada perwakilan saja untuk menemui PK I namun, demonstran hanya menginginkan dialog terbuka di Auditorium Center ATAIN Pamekasan pada Rabu (14/12/2011).

Nurul Shilatur Rahmah, salah seorang mahasiswa yang tidak ikut demo mengaku sangat terganggu dengan aksi kali ini; di karenakan merusak taman yang baru direnovasi, suara sound system yang terlalu keras, juga asap ban mobil yang di bakar oleh demonstran di depan kelas yang mengganggu kegiatan belajar mengajar. “apa yang dilakukan akademik sebenarnya tidak memandang sebelah pihak, dan akademik hanya menjalankan tugas dari atasan, dan mengenai perubahan jadwal UAS, hal itu tidak harus dijadikan permasalahan karena merupakan hal yang biasa” ujarnya. Hal ini  juga senada dengan apa yang disampaikan Abdullah, mahasiswa semester I PAI yang tidak mengikuti demo. ”tujuan kita kesini untuk kuliah, bukan untuk demo. Rugi kalau hanya pamit ke orang tua untuk kuliah kemudian malah ikut demo, teriak-teriak, seperti orang yang gak punya akhlaq”paparnya.

Namun, saat Vita Pos menemui PK III dan II di ruangannya, mereka meyambut dengan baik komplain kali ini, tapi jangan dengan demo, tapi mereka sama-sama berharap agar setiap permasalahan diselesaikan dengan audiensi, buka dengan cara demo. “Agar pesannya lebih sampai pada kami” Tanggap PK III.(redaksi)

0 Response to "Demo Kembali Ramaikan Kampus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel