-->

Tentang Luka dan Tuannya



Haruskah aku membuka topengnya?
Agar hati yang terkoyak dan penuh luka terkuak pada khalayak dunia
Biar bercucur darahnya
Biar tercium pula bau anyirnya
Namun, apakah tangan-tangan itu akan berhenti menjamah?
Akankah kaki-kaki gatal itu akan berhenti menendang tanpa arah?
Atau bahkan segumpal kecil penuh luka ini
Menjadi badut di tengah lapang, 
Dan panggung kejenakaan?
Aku terlalu lemah atau dunia yang terlalu serakah?
Oleh: Khairatunnisa' 

0 Response to "Tentang Luka dan Tuannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel