-->

Duri Pilu: Puisi-puisi Ikhlaqul Kudus



KESUNYIAN

angin mati
dingin lantai 
gawai yang bergetar
kipas angin berputar
kematian orang-orang lapar
dilindas pembangunan
keruntuhan kota
dan nasib baik pengeruk laba
jadi bising deru pompa air
lalu listrik mati.
dan aku terjaga
aku masih tak mengerti
terbuat dari apakah sejatinya kesunyian ini?
aku tak mampu menyentuhnya. tapi ia menyentuhku
menyentuh sesuatu yang tak bisa kusentuh
menyentuhmu saat aku menyentuh dan tak menyentuhmu
lalu mengapa aku ingin menyentuhmu setiap waktu?
berapa kata yang lahir dari kesunyian? 
membakar satu kontainer ganja di istana presiden
kucing-kucing kampung masih pulas tertidur di beranda
penjual sayur bermotor menyalakan klakson
aku harus berangkat kerja
tapi aku masih ingin menyentuhmu
menyentuh kekosongan ruang dan waktu
seperti gawai buatan cina
yang bergetar 
di saku kita
Madura, 2019

Duri pilu

cabutlan duri rindu
yang besemayam
di duka kaki
tak darah
tak sunyi
berganti
bernyanyi

duri pilu menyerbuk biru
di hati sepiku

Jakarta, 2019

Deru yang risau

Ceritakan padaku, Tentang deru yang risau,
Mengganggu tidurmu. Masa lalu yang berkelebat seperti hantu.
Atau masa depan yang murung seperti bayangan. Atau apalah itu yang kini menghuni kolong ranjangmu. Menemani debu debu, kian tebal setiap hari

0 Response to "Duri Pilu: Puisi-puisi Ikhlaqul Kudus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel