-->

Membidik Bisu

2 Foto Gedung F tanpa Pintu 

Tangan menari lincah diatas garis batas

Bercumbu dengan manisnya rentan pemikiran

Sesekali mengecup lembut tirai wawasan

Adu pandang tak terelakkan

Menambah kesan romantisme kaum cendekiawan

Hei, kami kaum cendikiawan!

Lihatlah betapa pilu kayu didepan sana

Berderit, mencicit hingga akhirnya bungkam tanpa suara

Ah, malang sekali nasibnya, bak benalu tak bermutu..

Legalitas menjadi prioritas

Fasilitas seakan berjalan bebas tanpa rasionalitas

Kenyamanan berganti kegeraman.

Kewajiban mana yang tak kami tuai?

Pelanggaran fatal mana yang telah kami lakukan?

Sehingga menutup telinga pera petinggi 

diantara empat tahun bertahannya pintu tanpa revisi. (Maiza/Activita)

0 Response to "Membidik Bisu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel