-->

Rektor Tak Kunjung Temui Mahasiswa, Demo berujung Ricuh

Potret saat mahasiswa melasakan sholat ghoib (29/07/21)

IAIN Madura, LPM Activita-
Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura kembali lakukan aksi demonstrasi.

Aksi yang dilaksanakan dalam 2 hari tersebut (29 -30 Juli 2021 ) merupakan aksi lanjutan dari tidak terpenuhnya beberapa tuntutan yang disampaikan pada Aksi 22 juli.

Syaiful Bahri selaku Presiden Mahasiswa ( Presma ) mengatakan, aksi kembali dilaksanakan karena masih belum ada kejelasan dan belum terlihat ada yang bisa bertanggung jawab dari rektor dan jajarannya.

"Banyak kelalaian yang terjadi di IAIN Madura dan pihak rektorat tidak ada yang bertanggung jawab dan banyak kekecawaan atas kebijakan rektorat yang dikeluarkan secara sepihak" ujarnya.

"Selain itu, juga ada susulan dengan adanya intimidasi dan teror dari pihak kampus terhadap mahasiswa yang ikut aksi dengan diancam dicabut bidikmisinya, diancam akan diberikan sanksi, dipanggil orang tuanya, dan bahkan akan ada yang di keluarkan sehingga teman-teman sepakat untuk menolak penyalahgunaan kode etik," tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Senat Mahasiswa Institut ( Sema I ) menyatakan, aksi kembali digelar karena adanya keputusan yang belum memihak kepada mahasiswa.

"Rektor tidak memberikan pemotongan UKT terhadap Mahasiswa baru dan itu menjadi hal yang mendasar bagi kami untuk melakukan aksi kembali (UKT (Uang Kuliah Tunggal ) :read)," papar mahasiswa yang akrab dipanggil Rohim itu.

Karena tidak segera ditemui, Presiden Mahasiswa (Presma ) minta seluruh mahasiswa aksi lakukan sholat ghoib berjama'ah di lapangan kampus ( 29/07/21) .

Sementara itu, Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menyampaikan, pemotongan UKT dinilai sudah cukup tinggi bila dibandingkan dengan kampus lain di Indonesia, yakni sudah mencapai 20% sampai 25%.

"Saya tidak menemui mereka, karena sakit. Saya sudah tugaskan wakil rektor untuk menemui, tapi mereka malah yang menolak," paparnya.

Presma menuntut kejelasan rektor, namun wakil rektor 2 ( Warek 2 ) menjawab, Rektor IAIN Madura sedang tidak ada di kampus.

"Rektor sedang tidak ada di kampus, beliau sedang sakit, jadi tidak bisa menemui peserta aksi" ujarnya saat menemui peserta aksi.

Tidak ada kejelasan lebih lanjut, warek segera pergi tinggalkan tempat dan peserta aksi tanpa kejelasan yang pasti.

Namun, peserta aksi tetap kokoh menunggu kedatangan rektor hingga mahasiswa mendirikan tenda di halaman kampus dan menekat untuk menginap hingga rektor datang menemui.

Setalah menunggu rektor semalaman, keesokan harinya (30/07/21), aksi kembali dilaksanakan. Namun, peserta aksi tidak dapat dikendalikan lagi. Peserta aksi tidak hanya membakar ban, namun juga membakar pos Satpam dan memecahkan kaca Auditorium.
Suasana saat aksi lanjutan (30/07/21)

Setelah kericuhan berlangsung, Rektor IAIN Madura menemui peserta demo. Namun, rektor hanya menjawab beberapa tuntutan dan masih belum menjawab persoalan pemotongan UKT. 

Dilansir dari  Www.cnnindonesia.com
 rektor mengaku menyesal dengan tindakan anarkistis hingga merusak sejumlah fasilitas kampus. Diakui atau tidak, kata rektor, video amatir yang menyebar tersebut sudah menyebar ke seluruh nusantara. Hal tersebut secara tidak langsung sudah merusak citra Madura.  

0 Response to "Rektor Tak Kunjung Temui Mahasiswa, Demo berujung Ricuh"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel